TALK SHOW SAMPAH BERSAMA BUPATI DENO – DIGELAR GMPS DI PASAR RUTENG

Ruteng (flobamoradewata.com) – KEGIATAN Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS) Ruteng, Kabupaten Manggarai, berangsur menuju pola edukasi. Sebelumnya GMPS menginisiasi gerakan kebersihan massal di beberapa titik di Kota Ruteng. Gerakan ini dilakukan pascaibu kota Kabupaten Manggarai tersebut dinobatkan sebagai salah satu kota kecil terkotor di Indonesia versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Bagi GMPS, gerakan pembersihan tak cukup kuat menjadikan Ruteng kota molas (cantik), tanpa diikuti gerakan edukasi kepada masyarakat sebagai produsen sampah.

GMPS menggelar talk show radio. Kegiatan ini disiarkan langsung Radio Manggarai 88,0 FM dari Pasar Inpres Ruteng. Talk show dipandu Paul Kurniawan dari Studio II Pasar Ruteng dan Ino Jemadu dari Studio I. Bupati Manggarai Deno Kamelus dan Wakil Bupati Manggarai Victor Madur jadi narahubung. Dalam gerakan edukasi melalui talk show radio tersebut, GMPS juga bekerja sama dengan dealer Sinar Motor Ruteng dan Bank NTT.

Ketua panitia pelaksana kegiatan dari GMPS, Laurens Guntur menjelaskan, talk show radio langsung dari Pasar Inpres Ruteng merupakan bagian dari pola edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan.

Menurut Laurens, gerakan pembersihan massal tak cukup kuat untuk menjadi Ruteng sebagai kota bersih, tanpa diikuti dengan pola edukasi kepada masyarakat sebagai produsen sampah.

“Kita bergantian sudah, setelah beberapa kali sebelumnya kita bersih-bersih pasar, saat ini kita coba gelar talk show radio langsung dari Pasar Ruteng untuk menyadarkan pengguna pasar dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah. Artinya ada nilai edukasi yang kita mau berikan kepada masyarakat,” jelasnya saat ditemui di sela-sela kegiatan talk show Jumat pagi lalu.

Laurens juga menegaskan, GMPS menghadirkan bupati dan wakil bupati di tengah Pasar Ruteng hanya untuk mendengar langsung keluhan masyarakat pengguna pasar yang terletak di pusat Kota Ruteng itu.

Bupati dan wakil bupati, kata Laurens, juga mengajak secara langsung masyarakat di Pasar Ruteng agar setiap hari menjaga kebersihan di masing-masing lapak dagang.

Koordinator Pedagang Hortikultura, Nikolaus Jebaru mengaku, di Pasar Inpres Ruteng sudah ada perubahan setelah beberapa kali GMPS melakukan gerakan pembersihan massal.

“Sejak kita ada kegiatan (pembersihan massal) itu ada peningkatan kebersihan. Mungkin 70-80 persen, kebersihan terlihat secara nyata di Pasar Inpres Ruteng,” ujar Nikolaus dalam kesempatan dialog.

Namun demikian, ia tetap meminta Pemkab Manggarai agar menyiapkan tempat di setiap stan pedagang.

Tempat sampah tersebut, kata Nikolaus, harus berlabelkan pemerintah. Ini juga sekaligus untuk mengingatkan pengguna pasar agar selalu membuang sampah pada tempatnya.

Bupati Manggarai, Deno Kamelus dalam kesempatan tersebut menjelaskan, selama ini pihaknya turun langsung memungut sampah di Pasar Ruteng dan beberapa tempat lainnya di kota itu hanya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Begitu juga kegiatan talk show radio yang digelar GMPS tersebut. Menurut Bupati Deno, talk show radio merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat untuk bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan masing-masing. HERRY SALUS/FLOBAMORADEWATA/RUTENG

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com