Nelayan Tanjung Benoa Ukir Prestasi Tarung Drajat di Arena PON

TARUNG DRAJAT. Brownie (paling kanan) dalam kostum atlet tarung drajat
KELUARGA. Brownie dan keluarga kecilnya

Denpasar (flobamoradewata.com) – NAMA dan sepak terjang Branius Mboe di cabang olahraga keras tarung drajat di Bali, bahkan di perhelatan olahraga nasional, niscaya sudah tak asing. Brownie, panggilan akrab pria kelahiran Tanjung Benoa, Kuta Selatan, ini sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Ayah satu anak, F. X. Oktovianza Winaka Ware (2,8 bulan), ini berhasil mengharumkan nama Badung dalam dua kali penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali.

Dua kali medali emas disumbangkan Brownie untuk Badung dalam Porprov Bali tahun 2007 di Gianyar dan tahun 2009 di Badung. Dalam pertandingan di arena tarung drajat Porprov Bali tahun 2007, Brownie menekuk lawannya menyusul dua lawan lainnya dalam pertandingan sebelumnya. “Saya berhasil dapat emas pukul jatuh tiga lawan saya dari Denpasar, Gianyar, dan Jembrana,” kenangnya.

Prestasi emas diukir lagi Brownie dalam ajang Porprov Bali tahun 2009 di Badung. Namun, sebelum terjun di arena porprov tersebut, dia lolos seleksi atlet PON dalam perhelatan Pra PON tahun 2008.

TARUNG DRAJAT. Brownie dan adiknya, Kamilus Ware, yang mengawinkan emas saat Porprov Bali tahun 2009

“Dalam ajang Pra PON tahun 2008, saya lolos mengikuti PON tahun 2008,” katanya.

Brownie lahir sebagai anak kedua dari pasutri Siprianus Ratu (59) dan Maria Magdalena Marsi (59). Ayahnya keturunan Palue, Kabupaten Sikka, NTT. Sementara ibunya warga asli banjar Kertha Pascima, Tanjung Benoa. Kakaknya, Aris Heribertus Ngajai (34), dan adiknya, Kamilus Ware (27), ikut terjun juga dalam cabang olahraga tarung drajat. Namun, kakaknya tak meneruskan aktivitas cabang olahraga keras ini. “Adik saya sempat mengawinkan emas tarung drajat dengan saya dari ajang Porprov Bali,” ungkapnya.

Suami dari Siti Muslihati Angelia Pratiwi (26) yang berasal dari Banyuwangi ini lahir di Tanjung Benoa. Sekolah ditamatkan Brownie di Kuta Selatan. Sekolah dasar diselesaikan di SDN 1 Tanjung Benoa (1991-1997); SMP 1 Tanjung Benoa (1997-2000); dan SMK Nusa Dua (2000-2003).

Selain sebagai nelayan, Brownie juga sempat menjalani pekerjaan sebagai tenaga security Indonesia di Tanjung Benoa; Kepala Cabang Koperasi Asuna di Tanjung Benoa; security Asuna Tanjung Benoa; security Indonusa Tanjung Benoa. “Sekarang saya bekerja di Basuka Water Sport Tanjung Benoa sejak tahun 2015,” ungkap pria kelahiran 3 Januari 1985 ini.

Brownie memutuskan dirinya terjun ke cabang olahraga Tanjung Benoa setelah gagak tes masuk polisi tahun 2006. “Kang Jo dan Kang Tana kemudian mengajak saya berlatih tarung drajat. Berkat ketekunan dan keuletan berlatih, saya bisa berprestasi,” kata Brownie yang didapuk warga Bali keturunan NTT di Tanjung Benoa menjadi Ketua Komunitas Flobamora Tanjung Benoa itu.***

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com