Galian C Wae Reno Distop Polisi, Pembangunan Infrastruktur Manggarai Terhambat

MANGGARAI. Bupati Deno Kamelus

Ruteng (flobamoradewata.com) – Menanggapi langkah polisi menutup kegiatan penambangan pasir di lokasi galian C Wae Reno, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Rii, belum lama ini,  Bupati Manggarai Deno Kamelus mengeluhkan ke Gubernur NTT Frans Lebu Raya. “Terkait penutupan beberapa lokasi tambang pasir di Manggarai, saya sudah kirim surat ke  gubernur di Kupang,” ujar Deno Kamelus di Ruteng, Selasa (29/8/2017).

Deno Kamelus menuturkan, isi surat tersebut untuk memberikan informasi kepada gubernur terkait beberapa lokasi tambang pasir yang sudah terpasang police line. Bupati Deno  juga berkoordinasi dengan Kapolres Manggarai melalui sambungan telepon. “Saya koordinasi lewat telepon dengan pak kapolres karena saat ini sedang berada di luar daerah,” katanya.

Menurut Deno, proses pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan terhambat akibat penutupan aktivitas penambangan pasir tersebut. “Semua pembangunan fisik di daerah ini jelas membutuhkan pasir, seperti bangun jembatan, tembok penahan, gedung sekolah, gedung rumah sakit, jalan raya,  irigasi. Tetapi, adanya penutupan ini mengakibatkan semua jadi terganggu,” keluhnya dengan nada sesal.

Proses hukum terkait belum adanya perizinan dinas pertambangan, Deno Kamelus menyerahkan sepenuhnya pihak berwenang. “Tetapi, saya harap proses pembangunan tetap berjalan,” katanya.

Seperti dilansir harian lokal di NTT, petugas polisi Reskrim Polres Manggarai memasang garis polisi di lokasi galian C, dekat Jembatan Wae Reno, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Jumat (18/8/17).  Polisi melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara serta UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. HERY SALUS

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com