Sanggar Cindy Onekore Meriahkan Pawai Pesta Kesenian Bali

Denpasar (flobamoradewata.com) – DUTA seni dan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) unjuk kebolehan dalam pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PBK) ke-39 Tahun 2017, Sabtu (10/6), di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi Denpasar. Penari tradisional Ende Lio, Flores, dari Sanggar Cindy Onekore, memeriahkan pawai yang dibuka Mendagri Tjahjo Kumolo mewakili Presiden Jokowi yang absen.

Tampak mendampingi Mendagri di panggung kehormatan, Menteri Pariwisata, Gubernur Bali Mangku Pastika, Wagub Sudikerta, dan Ketua DPRD Bali. Sejumlah tamu undangan resmi lain tampak duduk di sayap timur dan barat panggung kehormatan.

Duta seni dan budaya NTT terdiri dari perwakilan dari Dinas Pariwisata NTT, Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, serta unit suka duka yang bernaung di bawah Flobamora Bali. Sekitar 150 orang memperkuat barisan pawai yang berlangsung meriah itu.

Rombongan kesenian NTT dipimpin Kepala Bidang Pengembangan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata NTT Falentinus Bhalu. Turut mendampingi Falentinus, antara lain dua kepala seksi, yaitu Daniel Lebu Raya dan Veronika Bao Kian, serta sejumlah staf antara lain Poppy Anatji Pellokila, Wahyu Triwidayati, Felix da Costa, Marthinus Enggu, dan Soltofans Kolimoh.

Saat pawai berlangsung, penari Sanggar Cindy Onekore membawakan tarian Ae Manu Ngae. Tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Ende ini mengisahkan kehidupan masyarakat di Kampung Wolo Ae yang dirundung krisis air bersih. Namun, berkat kegigihan seorang kakek bernama Ae, kondisi kesulitan air bisa teratasi. Upaya keras Kakek Ae dibantu seekor ayam pejantan menemukan sumber mata air tak sia-sia. Ayam pejantan ini ikut berjuang keras mengais-ngais permukaan tanah hingga kedalaman tertentu muncul sumber mata air tadi.

Kabar gembira itu diwartakan secara meluas oleh Kakek Ae kepada warga kampung. “Kita zotu ae. Ai mai ka nua. Kita satu oe (di kampung kita telah ditemukan sumber mata air),” kata Kakek Ae.
Masyarakat Kampung Wolo sontak sumringah. Mereka kemudian mengekpresikan rasa syukur melalui ritual adat atas kemurahan Tuhan memberikan berkah sumber air bersih yang dibutuhkan. Sumber mata air itu dikenal sebagai Ae Manu Ngae yang menjadi nama tarian yang dibawakan saat pawai pembukaan PKB tersebut.***SYAM

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com