Kisah Lirih Mahasiswa Unwar dari Lambaleda (1)

Pius Endo (ketiga dari kiri) saat acara syukuran adat Manggarai menyusul dikabulkannya permohonan penangguhan penahanan oleh pihak Polresta Denpasar. Dari kiri: Paul Kori, Syam Kelilauw, Pius Endo, Ardy Ganggas, dan Kaspar Gambar (Tim Bahuham Flobamora Bali)

Denpasar (flobamoradewata.com) – GUSTI, panggilan akrab mahasiswa Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar ini. Sebuah ujian hidup sedang dihadapinya. Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Hasanuddin Denpasar belum lama ini telah menyeret dirinya berada di balik jeruji besi polresta.

Ihwal cerita musibah itu dikisahkan Gusti. Pagi itu, anak muda asal Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, ini mengendarai sepeda motor. Dia melintasi Jalan Diponegoro mengarah ke Kawasan Suci.

Sepeda motor melaju terus ke arah tikungan jalan raya menuju mulut Jalan Hasanuddin. Sekitar 20 meter dari posisi sepeda motor dia melihat seorang kakek berada di tepi jalan. Gusti terus melaju dengan sepada motornya.

Saat sepeda motornya berjarak cukup dekat, kakek pejalan kaki kontan melangkah seakan hendak menyeberang jalan raya. Gusti pun spontan menginjak rem. Namun, dia gagal menguasai laju sepeda motor. Gusti terpelanting ke badan jalan.

Dia lalu berusaha berdiri. Di salah satu sisi badan jalan  pejalan kaki tadi rupanya kakek pejalan kaki tadi sudah tergeletak. Gusti spontan berusaha mendekati korban. Dia menolong korban. Tubuh kakek itu dipangkunya. Gusti sempat melihat sejumlah pejalan kaki lain di sekitar lokasi kejadian. Namun, tak satu pun dari mereka tergerak ikut menolong.

Seorang polisi lalu lintas segera mendekat. Lalu petugas ini menelepon petugas lain untuk segera mengirim ambulans ke lokasi peristiwa.

Gusti mengaku sebelum kecelakaan lalulintas itu terjadi dia sudah berusaha menginjak rem agar sepeda motor tak sampai langsung menabrak si pejalan kaki. Usahanya ternyata berhasil. Namun, tanpa disadarinya ternyata saat dirinya terpelanting ke badan jalan, sepeda motor justru terlempar ke arah si kakek pejalan kaki.

Gusti kemudian bersama petugas polisi lalu lintas menuju RSUP Sanglah. Petugas polisi lantas mengamankan mahasiswa Unwar ini ke Polresta Denpasar. Setelah dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP), polisi memutuskan Gusti ditahan di balik jeruji besi polresta. 

Kisah itu diungkapkan mahasiswa berwajah polos dan berpembawaan diri santun ini saat berlangsung acara adat Manggarai sebagai wujud syukur atas dikabulkannya permohonan penangguhan penahanan dirinya yang diajukan Tim Laywer dari Badan Bantuan Hukum dan HAM Flobamora Bali di kediaman pribadi Ketua Ikatan Keluarga Besar Lambaleda (Manggarai Tumur) Bali, Paul Kori,  di Sesetan, Denpasar Selatan, pekan lalu.

Hadir saat itu, Ketua I Flobamora Bali yang juga Ketua Ikatan Keluarga Manggarai Bali (IKMB) Ardy Ganggas, Karo Humas  Flobamora Bali Syam Kelilauw, Ketua Umum Ikatan Keluarga Manggarai Timur (Ikamatim) Bali Pius Endo, Ketua Satgas Caraka Manggarai Konstantinus Ardifadil Ranggung, Anggota Tim Bahuham Flobamora Bali Kaspar Gambar, Ketua Ikatan Keluarga Lambaleda Bali Paul Kori beserta jajaran pengurus serta kerabat Gusti.***

 

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com