Mundus Heka, Sesepuh Biinmafo TTU Bali Berpulang di Denpasar

duDenpasar (flobamoradewata.com) – KABUT duka menyelimuti warga Bali keturunan Flobamora, khususnya Biinmafo Timor Tengah Utara (TTU) Bali. Salah satu sesepuhnya, Raymundus Tanesi Heka berpulang dalam usia 63 tahun. Salah satu pendiri Unit Suka Duka Tafenpah Bali ini meninggal, Kamis 9 September 2016, di Denpasar.

Almarhum meninggalkan istri, Theresia Julia (56) dan tiga 20160908_223058-1puteri, Veronika Metriana Heka,
Anita Kristiana Heka, dan Fransiska Heka, serta empat cucu. Jenazah mendiang Bapa Mundus, panggilan akrab almarhum, disemayamkan di Rumah Duka RSUP Sanglah.

13590282_294389140903660_3467537207394528026_n
Djemi Noetnana

Menurut Ketua Umum Biinmafo Bali Djemi Noetnana, jenazah Bapa Mundus disemayamkan hingga misa pemakaman yang direncanakan Sabtu 10 September 2016. “Misa arwah akan dilaksanakan Jumat 9 September 2016 pukul 20.00. Esoknya, Jumat 10 September 2016 pukul 10.00 dilanjutkan misa penguburan. Setelah itu menuju Pemakaman Katolik Mumbul, Kuta Selatan,” jelas Djemi didampingi Sekretaris Biinmafo TTU Bali Remygius Lake di Rumah Duka RSUP Sanglah.

Usai pemakaman, keluarga almarhum bersama keluarga besar 20160908_223036-2Biinmafo TTU Bali mengadakan misa arwah malam ketiga. “Misa arwah malam ketiga diadakan Sabtu 10 September 2016 pukul 20.00 di Komsos Jalan PB Sudirman Denpasar,” imbuh Remygius Lake.

Ratusan warga Flobamora Bali memberikan simpati terhadap almarhum di rumah duka. Tampak pula jajaran pimpinan Flobamora Bali dan pengurus unit suka duka di lingkungan Flobamora Bali, antara Yusdi Diaz, Angelica Gek, Itje Odja, Selitupen Petrus, dan lain-lain.

20160908_223119Sementara istri almarhum, Theresia Julia mengisahkan, sebelum menetap di Bali sejak tahun 1986, Bapa Mundus merantau ke Surabaya. Di Kota Buaya ini,  Bapa Mundus menemukan jodohnya yang berasal dari Pare, Kediri,  Jawa Timur, tahun 1977. “Kami menikah tahun  1979 di Pare,” kisahnya.

Sebelum meninggal, Bapa Mundus merupakan sosok yang akrab di lingkungan Gereja Katedral Denpasar. Selama bertahun-tahun, dia menjadi sopir mobil ambulans milik gereja ini. Pekerjaan sebagai pengemudi mobil yang kerap menolong warga gereja dalam urusan kedukaan itu terhenti saat dirinya mengidap tumor sekitar tujuh lalu. “Suami saya sempat menjalani kemoterapi. Namun, kemudian terkena stroke,” ungkap Theresia Julia.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, menurut Theresia Julia, suaminya hanya batuk-batuk. Tetapi, beberapa saat kemudian kondisi kesehatannya  mendadak memburuk.

Banyak kenangan tentang Bapa Mundus yang tersimpan dalam catatan keluarga yang ditinggalkan. “Suami saya sangat disiplin. Utamanya dalam kaitan dengan urusan sembahyang di gereja. Dia pasti marah jika saya dan anak-anak tidak ikut misa minggu. Kami diingatkan, selama enam hari kerja, masak sehari menghadap Tuhan tidak sempat,” kenang Theresia Julia.

Kenangan lain juga dirasakan Djemi Noetnana dan Remygius Lake. Menurut pimpinan Biinmafo TTU Bali ini, almarhum sangat care dengan kegiatan di lingkungan unit suka duka mereka. Dalam banyak kegiatan Biinmafo TTU Bali jarang Bapa Mundus absen.

“Waku pertandingan sepak bola Flobamora Cup 2015, beliau selalu datang nonton walau kondisi kesehatannya sudah tidak sebaik dulu,” ungkap Djemi.

Hal senada dikisahkan Remygius Lake. “Bapa Mundus selalu berusaha datang naik sepeda motor. Begitulah kepedulian beliau terhadap keluarga besar kami,” tambahnya.***

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com