Hobi Motor Bupati sambil Blusukan ke Pelosok Kampung di Ngada, Flores (4-Habis)

BAJAWA. Bupati Marianus Sae blusukan ke perkampungan (Foto: Flobamora Dewata/Emanuel Djomba/Ngada)
BAJAWA. Bupati Marianus Sae bertemu warga saat blusukan ke perkampungan (Foto: Flobamora Dewata/Emanuel Djomba/Ngada)
BAJAWA. Bupati Marianus Sae bertemu warga saat blusukan ke perkampungan
(Foto: Flobamora Dewata/Emanuel Djomba/Ngada)

Hobi motor bagi Bupati Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae tak sekadar untuk jalan-jalan demi kesenangan. Pejabat ini, berusaha melihat fakta di lapangan daerah terisolir. Sebagai masukan dan pertimbangan merumuskan kebijakan. Kebahagiaannya justru dirasakan saat menemukan masalah untuk diselesaikan dan bisa membantu warga.

Rupanya hobi Sang Bupati mulai digandrungi sejumlah staf. Namun menggandrungi untuk sekedar gagah-gagahan perlu dihindari. Dengan hobi yang sama, penggemar motor trail atau motor sejenis dapat melakukan touring bersama. Minyalnya menjelang akhir pekan, para penghobi ini merancang rute. Kemudian pekan berikut ke rute lain. Hobi semacam ini bisa dipadukan dengan suatu misi untuk menikmati alam sekaligus mendengarkan keluhan warga di rute yang dilewati para penghobi motor.

Hal_12 MS 1

Para penghobi yang sama ini, kalau mereka semua pejabat baik juga ada semacam wadah Praja Adventure. Di dalamnya beranggotakan para pejabat pemda yang punya kesenangan sama bermotor. Komunitas semacam ini secara rutin berkeliling dari desa ke desa dan mengunjungi pelosok, sambil menyalurkan hobi motor, sekaligus melihat daerah yang sulit dijangkau dan merekam permasalahan yang dihadapi masyarakat. Ini sebuah hobi yang membawa solusi untuk kebaikan bersama.

Dengan motor sport Trail Juve Stracker 150 CC, Marianus terlihat maco. Selain maco, ia juga merasa seperti ‘raja jalanan’ yang menggeber kencang gas motornya. “Ya, kebayang kayak raja jalanan aja kalau lagi ngebut bawa ini,” kata Marianus berseloroh dalam suatu perjalanan akhir pekan suatu ketika.

Marianus tak hanya pandai berkuda, sepak bola, tetapi juga cekatan ‘menunggang’ motor trail. Pilihan jatuh cinta pada motor trail ternyata sudah jadi impiannya sejak lama. Mengendarai motor trail kini jadi hobi yang membawa solusi dalam tugasnya memimpin Ngada hampir lima tahun ini.

‘Bulusukan’ menjadi gaya kepempinan Bupati Marianus sejak dirinya terpilih pada Pilkada Ngada tahun 2010 bersama wakil Bupati Paulus Soli Woa. Melalui kunjungan tak resmi Bupati Marianus tak jarang harus bermalam di kampung warga. Dari sini berbagai persoalan direkamnya dan menjadi masukan dalam membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Kultur blusukan itu berlangsung dari tahun ke tahun hingga dirinya menyelesaikan kepemimpinan periode pertama 2015 lalu. Mungkin karena itu, Marianus Sae yang berpasangan kembali dengan Paulus Soli Woa kemudian dipercaya oleh rakyat Ngada untuk memimpin hingga 2021 mendatang.

Pasangan Marianus Sae – Paulus Soli Woa pada masa jabatan pertama sudah meluncurkan sejumlah program unggulan seperti pemberdayaan ekonomi rakyat (perak), bantuan operasional sekolah daerah (bosda) dan bantuan operasional kesehatan daerah (bokda), program insfrastruktur seperti membangun jalan untuk membuka isolasi daerah terpencil serta jalan menuju kantong produksi, program listrik dan air minum.

Program perak terdiri dari perak ternak, perikanan, kelautan, kehutanan dan hortikultura. Program bosdik melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa calon sarjana, pasca sarjana dan dokter serta penambahan gaji guru honor. Untuk bosdik berupa biaya tenaga medis non PNS dan dokter PTT daerah yang mengabdi di seluruh wilayah Kabupaten Ngada.

Hal_12 MS 2 (1)

Pada periode jabatan kedua, Marianus Sae – Paulus Soli Woa menambah lima program baru selain melanjutkan program unggulan di periode pertama. Kelima program baru itu yakni, pembangunan jalan, penyedian air bersih, perluasan jaringan listrik, pembebasan uang beras miskin (raskin) dan bantuan perumahan rakyat senilai Rp 10 juta per unit.

Untuk program infrastruktur jalan, air bersih dan listrik,Marianus Sae menyebutnya dengan istilah dalam bahasa Bajawa: zala siro saro (jalan simpang siur), wae gebho ghabo (air berlimpah ruah), dara rilo-ralo (listrik terang benderang).

Di periode kedua lima tahun ke depan, menurut Marianus, tetap mempertahankan program unggulan tersebut dan menambah lagi lima program baru yang pro rakyat seperti telah disebut di atas. Dikatakan Marianus, pemerintah akan alokasikan dana untuk pembangunan jalan, baik jalan lintas kecamatan maupun lintas desa. Perbaiki jalan menuju daerah kantong produksi, pusat pelayanan pemerintah dan meretas daerah terisolir di seluruh Ngada.

Untuk program air bersih (wae gebho ghabo), kata dia, pada masa kepemimpinan pertama, sudah menyusun rencana induk sistem penyedian air minum bersih (rispam). Untuk Kota Bajawa dan sekitarnya, pemerintah akan bangun bendungan di sumber mata air Muku Foka. Dengan bendungan, persedian air lebih banyak sehingga memenuhi kebutuhan warga Kota Bajawa dan sekitarnya. Sedangkan di wilayah lain yang terbatas sumber mata air, pemerintah akan menggunakan teknologi, sehingga bisa menjangkau ke daerah yang lebih luas.

Program listrik atau dara rilo-ralo, lanjut Marianus, sudah dimulai sejak tahun 2015. Dan pada periode kedua direncanakan menambahkan alokasi anggaran untuk pemasangan instalasi baru bagi warga yang tergolong kurang mampu. Targetnya seluruh masyarakat Ngada menikmati listrik.

Tahun 2016 ketika dirinya dilantik APBD Ngada sudah ditetapkan, maka kelima itu baru akan terakomodir pada perubahan APBD 2016 atau ABPD murni tahun 2017. Sementara untuk program bosdik, pemerintah akan menambah uang beasiswa dari Rp 2,5 juta per tahun menjadi Rp 5 juta per tahun. Juga menambah jumlah penerima beasiswa dengan target 2.000 mahasiswa per tahun. EMANUEL DJOMBA/NGADA

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com