Marianus Sae, Anak Yatim Piatu yang Sukses Jadi Bupati di Ngada (1)

BAJAWA. Bupati Ngada Marianus Sae (Foto: Flobamora Dewata/Net)
DENPASAR. Marianus Sae usai terpilih menjadi Bupati Ngada dalam Pilkada 2015 menghadiri HUT ke-5 Unit Suka Duka Bobaezo, salah satu paguyuban di bawah Ikatan Keluarga Ngada (Ikada) Bali. Dari kiri: Syam Kelilauw, Fritz Reo, Agus Dei Segu, Itje Odja, Ny. Marianus Sae, Marianus Sae, Angelica Gek, dan Yusdi Diaz (Foto: Dok. Flobamora Dewata)
DENPASAR. Marianus Sae usai terpilih menjadi Bupati Ngada dalam Pilkada 2015 menghadiri HUT ke-5 Unit Suka Duka Bobaezo, salah satu paguyuban di bawah Ikatan Keluarga Ngada (Ikada) Bali. Dari kiri: Syam Kelilauw, Fritz Reo, Agus Dei Segu, Itje Odja, Ny. Marianus Sae, Marianus Sae, Angelica Gek, dan Yusdi Diaz
(Foto: Dok. Flobamora Dewata)

 

DENPASAR. Marianus Sae usai terpilih menjadi Bupati Ngada dalam Pilkada 2015 menghadiri HUT ke-5 Unit Suka Duka Bobaezo, salah satu paguyuban di bawah Ikatan Keluarga Ngada (Ikada) Bali. Tampak Marianus berpose bersama Uskup Denpasar Mgr. Dr. Silvester San, Ketua Umum Flobamora Bali Yusdi Diaz, dan kalangan tokoh Ikada Bali (Foto: Dok. Flobamora Dewata)

DENPASAR. Marianus Sae usai terpilih menjadi Bupati Ngada dalam Pilkada 2015 menghadiri HUT ke-5 Unit Suka Duka Bobaezo, salah satu paguyuban di bawah Ikatan Keluarga Ngada (Ikada) Bali. Tampak Marianus Sae berpose bersama Uskup Denpasar YM. Mgr. Dr. Silvester San, Ketua Umum Flobamora Bali Yusdi Diaz, dan kalangan tokoh Ikada Bali
(Foto: Dok. Flobamora Dewata)

Orang nomor satu di Kabupaten Ngada ini pernah tinggal di Bali selama puluhan tahun. Pria bertubuh kekar ini lahir di Bobajo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 8 Mei 1962. Mantan Ketua Ikatan Keluarga Ngada (Ikada)Bali ini menikahi Maria Moi, dan dikaruniai putra-putri masing-masing Yulio Rikardo, Rosa Mistika, Roberto Carlos, Gorgonius, dan Angelo.

PERJUANGAN hidupnya penuh lika-liku. Ia terpaksa tak sekolah selepas selesai sekolah dasar. Selama empat tahun berada di luar bangku sekolah, Marianus kembali ke SMP, dilanjutkan ke SMA sambil melakukan berbagai pekerjaan yang mendatangkan uang untuk menopang biaya pendidikannya.

Ia bekerja sebagai petani, joki kuda pacuan, memborong truk angkutan pedesaan, buruh bata merah, buruh bengkel las dan bahkan sempat menjadi transmigran di Kalimantan.

Sejak tahun 2010 hingga kini Marianus menduduki kursi Bupati Ngada untuk masa bakti 2010-2015 dan 2015-2020 berpasangan dengan Paulus Soli Woa. Marianus melewati masa sulit, lalu berbisnis di Bali, dan menjadi bupati di Ngada.

Ketika maju di Pilkada Ngada 3 Juni 2010 silam banyak yang melihatnya sebelah mata. Berpasangan dengan Paulus Soliwoa, Marianus di¬prediksi tak akan memenangkan pilkada tersebut, karena ia hanya berijasah SMA, bukan politisi.

Namun hasil Pilkada Ngada 3 Juni 2010 itu menjungkirbalikkan semua prediksi. Marianus-Paulus Soli (Mulus) bakal kalah di Pilkada Ngada yang diikuti oleh delapan paket itu tak terbukti. Paket ‘Mulus’ malah menang satu putaran dengan perolehan suara 48 persen sekaligus mengantarnya menjadi Bupati Ngada periode 2010-2015.

Dalam Pilkada Ngada yang juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia 9 Desember 2015 kembali pasangan Marianus Sae-Paulus Soliwoa unggul dengan 52.164 suara atau 68,05 persen. Anak yatim piatu ini sukses lagi menjadi bupati di Ngada.

Anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Yohanes Da’e dan Virmina Redo ini ditinggal ayahnya tahun 1980 dan ibunya tahun 1985, sehingga Marianus anak yatim piatu. Ia sempat berhenti sekolah dari SDK Bejo, karena tak ada dana. Untung ada pamannya Emanuel Maghi yang membawanya ke Bajawa untuk bersekolah di SDK Bajawa I hingga lulus tahun 1975. Ia melanjutkan sekolah di SMP PGRI Bajawa dan tamat tahun 1982. AGUST G. THURU

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com