Gories Mere Jadi Staf Khusus Presiden Jokowi

Gories Mere

Komjen Pol (Purn) Gories Mere menjadi staf khusus Presiden Joko Widodo. Selain nama mantan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) ini, Presiden Jokowi juga mengangkat Diaz Hendropriyono untuk tugas serupa.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kompleks Istana, Senin (11/7), memastikan itu. “Ada penambahan staf khusus presiden, Gories Mere dan Diaz Hendropriyono,” ujar Pratikno sebagaimana dilansir berbagai media di Tanah Air.
Keduanya pun sudah mulai bekerja sejak keppres ditandatangani Presiden Jokowi. Gories dan Diaz tidak memunyai fungsi atau bidang tertentu sebagai staf khusus. Mereka bekerja sesuai instruksi Presiden.

Khusus sosok Gories Mere tercatat sebagai jenderal kelahiran Flores, Nusa Tenggara Timur. Ayahnya seorang purnawirawan TNI yang berasal dari Usu-Pode, Nangaroro, Nagekeo. Ibunya berasal dari Toraja.

Prestasi pria kelahiran 17 November 1954 ini tergolong prima di tiap medan penugasan. Gories sempat menjadi Kasat Serse Umum di Polda Metro, Kapolres Jakarta Timur, Kaditserse Polda Metro Jaya, Wakapolda NTT, Direktur IV/Narkoba Mabes Polri, Kepala Densus 88/AT, Waka Bareskrim Polri, dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Penerima Honorary Award in Order of Australia (HAOA) dari Pemerintah Australia ini, saat bom Bali 2002 ditunjuk Kapolri Jenderal Pol. Dai Bachtiar menjadi ‘komandan lapangan’ (Ketua Tim Penyidik). Saat itu, Mangku Pastika yang sekarang Gubernur Bali dan masih berpangkat Irjen Polisi menjadi Ketua Tim Investigasi Kasus Bom Bali I.

Komisaris Jenderal Polisi Gories Mere adalah alumnus Akpol 1977. Teman satu angkatannya antara lain Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi dan mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji. Nama Gories sempat disebut-sebut sebagai salah satu kuda hitam kapolri pengganti Bambang Hendarso Danuri.

Secara internasional, Gories satu-satunya polisi Indonesia yang pernah menjadi Kepala Asosiasi Lembaga-lembaga Anti Narkotika se-Dunia. Posisinya itu membuat dia sangat sering melanglang buana ke berbagai negara. Dia ke Kolombia, sarang berbagai gangster narkotika. Dia pun bergerak ke China, Jepang, Kanada, dan Amerika Latin. Dia ke Eropa, Israel dan Afrika.

Gories bukan pribadi yang ingin sukses sendirian. Dia pun pengkader sejati. Banyak perwira muda dibentuk dan tumbuh bersamanya di lapangan, dalam berbagai operasi, dari anti penyelundupan kayu, anti selundup BBM, anti perdagangan orang (human trafficking) hingga anti teror.

Beberapa nama perwira polisi yang dikader Gories antara lain segera menduduki kursi Kapolri, yaitu Jenderal Muhammad Tito Karnavian. Perwira lain yang dikadernya, Irjen Pol Drs Nikolaus Eko (Sekretaris BNN), Irjen Pol Dr Petrus Golose (Deputi Kerjasama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Teror/BNPT), Irjen Pol Dr Rycko Danial (mantan ajudan Presiden SBY, kini Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian), Kombes Pol Martinus Hukom (Waka Densus).

Satu hal yang melekat pada kepribadian Gories Mere, terutama saat aktif di Polri: dia tidak suka atau menghindari publikasi. Berbeda dengan banyak pejabat yang gemar diwawancarai jurnalis, Gories justru cenderung low profile dan ‘bersembunyi’ dari media — salah satu ciri intelijen sejati.

Agaknya benar kata seorang pakar terorisme, “Musuh ‘terbesar’ bagi satuan anti teror adalah wartawan.” Artinya, media massa berpotensi mengacaukan rencana operasi di lapangan.

Tentang kerja keras dan perjuangan hidup, Gories selalu berpesan, “Hidup memang tidak selalu mudah. Tapi kalian bisa menjadi petarung untuk menjadi pemenang.”

Perwira tinggi polisi yang memasuki masa pensiunnya pada 2013 ini
sempat lama bertugas di Timor Timur (saat masih bergabung dalam NKRI) ketika masih perwira pertama dan menengah, khususnya di bidang intelijen keamanan (Intelkam). Dia memperistri Nina Campos, putri Timor Leste berdarah India, ayah dari dua anak dan sudah bercucu itu.

Dalam era pensiunnya, purnawirawan jenderal bintang tiga ini melewatkan waktu untuk urusan sosial, kemanusiaan dan lingkungan hidup melalui sebuah yayasan yang bergerak di bidang itu. Dari berbagai sumber

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com