Warga Flobamora harus Turut Jaga Bali

DENPASAR. Flobamora Bali berpartisipasi dalam HUT Kodam IX/Udayana sebagai salah satu wujud kesetiaan menjaga keamanan Bali khususnya

Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bali yang tergabung dalam paguyuban Flores – Sumba – Timor (Flobamora) berkomitmen untuk ikut serta dalam menjaga Bali. Seperti apa? Simak perbincangan dengan Ketua Umum Flobamora Bali Yosep Yulius Diaz yang akrab dipanggil Yusdi Diaz.

Bagaimana sejarah singkat Flobamora?
Flobamora ini adalah perkumpulan orang-orang NTT yang ada di Bali. Itu sebagai bagian dari Sunda Kecil sejak Indonesia merdeka yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara. Dan pusat pemerintahannya di Singaraja, sehingga banyak pegawai-pegawai asal NTT, seperti guru, hakim, jaksa, polisi dan tentara tugas di sana. Kemudian pada tahun 1959 terjadilah pemekaran menjadi tiga provinsi, yaitu Bali, NTB dan NTT. Setelah pemekaran itu, ada yang kembali ke NTT, tetapi ada juga yang memilih menetap dan beranak cucu di sini (Bali). Itulah pendatang-pendatang awal. Tetapi seiring dengan perjalanan waktu, akhir-akhir ini seperti yang kita ketahui pembangunan di Indonesia yang tidak merata, orang NTT ke Bali karena faktor pekerjaan untuk bekerja di Bali dan untuk sekolah.

Apa tujuan terbentuknya Flobamora?
Orang tua-tua kita yang dulu bentuk, lebih cenderung untuk berkumpul bagi sesama yang ada di perantauan. Dan ini bukan hanya kita orang NTT saja, tetapi juga orang-orang dari daerah lain yang baik ke Bali. Bahkan orang Bali yang keluar, termasuk ke luar negeri pun pasti ada bentuk perkumpulan. Tetapi kita dari NTT kekerabatannya lebih kental dalam berduka dan suka, tetapi lebih di saat duka karena saling membantu. Hal ini karena kesamaan etnis, budaya dan kemiripan agama di NTT.
Dan, seiring dengan perjalanan waktu, maka makin besar dan makin besar mulai dengan ikatan keluarga per suku. Seperti Kabupaten Flores Timur dan Lembata dengan Lamaholotnya, Ende dengan Wuamesu, Paga, Sabu, Rote dan sekarang ada Semau. Dan setahu saya, untuk Lamaholot mulai resmi ada AD/ART-nya pada tahun 1970. Karena dasarnya adalah duka-suka, sehingga tetap eksis. Tetapi adanya kecenderungan akhir-akhir ini mulailah diarahkan ke ormas, tapi kita Flobamora tetap dengan paguyuban ini. Flobamora tetap independen karena punya harkat dan martabat sendiri. Kalau dulu ikatan keluarga per teritorial, tetapi bahkan sekarang ada yang per profesi, seperti persatuan musisi asal NTT dengan nama PSDM dan sekuriti.
Intinya, kalau ketua atau pengurus akan lebih diterima kalau punya waktu, maka semuanya akan jalan. Dan kuncinya, adalah di ketulusan dan kerendahan hati. Sebuah organisasi atau badan kepengurusan itu dianggap berhasil kalau punya kader atau penerusnya, karena setiap orang punya masanya dan setiap masa ada orangnya. Untuk itu, roda organisasi akan berjalan harus taat dengan aturan, kalau memang masa jabatannya hanya dua atau tiga kali, ya harus diikuti. Jangan sampai seumur hidup.

Kontribusi apa saja yang telah diberikan oleh Flobamora untuk Bali?
Flobamora banyak memberikan kontribusi penting bagi Bali. Awal-awalnya, banyak di kepemerintahan dan tenaga pendidik. Selain itu, menjadi warga Bali yang baik juga merupakan suatu kontribusi, tetapi memang ada satu – dua yang masih perlu dibina tetapi itu menurut saya wajar. Untuk atlet, banyak pendulang emas juga orang Flobamora, seperti Ardy Ganggas, Osias Kamlase dan sekarang ada petinju kita Julio Bria. Sekarang posisi kita di Bali cukup strategis karena banyak yang tampil sebagai garda terdepan. Di luar aparat resmi, TNI dan Polri, banyak jaga di depan-depan toko sebagai security adalah orang NTT. Dan kita juga masuk ke garda belakang, seperti jadi pembantu rumah tangga (PRT) dan tukang kebun. Memang sebagai warga negara Indonesia, kita bebas kemana saja, tetapi kenapa kita ke Bali, tanyakan kepada pemerintah Indonesia tentang pembangunan. Selain itu, karena di Bali ada ruang yang ditawarkan sehingga kita mengisi ruang-ruang yang kosong itu, seperti menjadi security, pembantu, tukang kebun dan sebagainya.

Lantas bagaimana dengan adanya oknum Flobamora yang terlibat dalam tindak kriminalitas?
Saya pikir itu manusiawi karena bukan hanya orang Flobamora saja yang melakukan kriminalitas. Asal, jangan divonis aja bahwa orang dari sana semuanya adalah pelaku kriminal. Tetapi ada orang kita juga yang menjadi tokoh agama, seperti pastor, pendeta dan haji. Intinya kita siap membantu aparat keamanan dan mendukung untuk ditindak, apalagi ada polisi kehormatan juga di Flobamora. Karena untuk memberikan efek jerah itu tugasnya polisi atau penegak hukum lainnya, tetapi kita akan menasihati dan mencarikan atau memberikan pekerjaan supaya yang bersangkutan tidak terlibat dalam kriminalitas.

Apa imbauan untuk warga Flobamora di Bali?
Warga komunitas Flobamora di Bali agar menjadi warga Bali yang baik. Turut serta menjaga keamanan dan ketertiban umum dan tidak mementingkan diri sendiri atau kelompok. Hendaknya mengedepankan sikap rendah hati dan kesatria. Rajin dan giat belajar atau bekerja. Menyintai sesama karena kita semua adalah saudara dan bersyukurlah kepada Tuhan dan menyintai keutuhan ciptaanNya. Selain itu, warga Flobamora juga harus menyesesuaikan diri dengan situasi, budaya dan lingkungan di sini. Jangan memindahkan perilaku atau kebiasaan dari daerah asal ke Bali. Misalnya, mabuk-mabukan atau bermalas-malasan. Kalau mau seperti itu, lebih baik jangan ke Bali. Karena di Bali, intinya mau bekerja saja. Kalau mau bekerja, pasti ada saja pekerjaan dan harus ikuti etos kerja di sini. Selain itu, lengkapi diri juga dengan identitas, seperti KTP Bali dan Kipem. Kalau memang tidak punya, minimal ada identitas diri dari daerah asal.
Dan, bagi warga NTT yang mau ke Bali, harus lengkapi diri dengan identitas karena selama ini kami sudah tiga kali kremasi jenazah tanpa identitas. Kalau yang baru datang di Bali, cari tempat ibadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing, kemudian berhubungan dengan orang-orang tua atau suku, baru cari pekerjaan. Jangan cari pekerjaan dulu baru cari suku atau tempat-tempat ibadah. Karena salah satu tujuan terbentuknya Flobamora ini adalah untuk saling mensinergikan semua potensi kerja dan kita hampir tersebar di semua lini. Intinya sesuaikan diri dengan budaya dan lingkungan setempat. Tunjukkan skill kerja dan usahakan rendah hati, tetapi harus tetap menjaga harkat dan martabat diri sendiri.

Apa harapan Anda untuk Flobamora Bali ke depan?
Warga Flobamora di Bali harus berperan aktif dalam semua kegiatan. Seperti Pemilukada kemarin, yang punya hak suara harus pergi ikut memilih. Tetapi perlu kami imbau kepada beberapa elit, bahwa Flobamora tidak ada kaitan dengan politik dan biasanya kalau ada yang mengklaim punya massa, itu sebenarnya tidak ada. Paling-paling dia yang punya masalah dengan keuangan, dan embel-embel suport dana juga akan masuk ke kantongnya sendiri. Kalau mendukung salah satu kandidat, pasti akan terbentur karena misalnya, sekarang pemilihan gubernur, pasti nanti pemilihan bupati juga kita harus mendukung kandidat tertentu. Dan pada kesempatan ini, saya tegaskan bahwa Pilgub NTT dan Bali kemarin, Flobamora Bali mendukung semua putra terbaik yang maju. Soal pilihan, kalau komunikasi dan hubungannya baik, tidak usah di omongin pasti akan lebih di dukung dan akan di pilih.

Flobamora Bali menyelenggarakan turnamen olahraga. Apa tujuannya?
Event-event olahraga dan kesenian yang kita lakukan selama ini adalah cara kita untuk bertemu dengan saudara – saudara kita yang lain. Jadi, dari awal harus sudah ada aturan-aturan yang jelas dan tidak ada yang rekayasa. Selain itu, keadilan dalam turnamen itu harus ditegakkan dan aturan-aturannya harus dijalankan. BBR

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com